Selasa, 21 Mei 2013

Ajaran Tentang “Trinitas” (Allah Tri-Tunggal)

PROLOG:
Salah satu ajaran Kristen yang tidak mudah dipahami & juga sering disalah-pahami adalah ajaran tentang  Trinitas atau “Allah Tritunggal”. Istilah “Trinitas” (Tritunggal) memang tidak didapatkan di dalam Alkitab. Ajaran Allah Tri-tunggal ini merupakan rumusan dari ajaran iman Kristen yang didasarkan pada Alkitab. Ini yang juga membuat sebagian orang sulit menerimanya. Sebagian mereka yang tidak memahami dan menolaknya berpendapat bahwa ajaran tentang “Trinitas” ini adalah tidak logis. Ibaratnya seperti  matematika: “1 + 1 + 1=1”,
adalah hal yang salah dan tidak rasional, menurut mereka.

Berikut ini sharing pemahaman saya perihal iman Kristen khususnya tentang  ajaran “Trinitas” atau “Allah Tritunggal”:
                                                         
01) Ajaran “Trinitas” ini pada intinya memperkenalkan keberadaan TUHAN, Allah yang diimani oleh umat Kristen berdasarkan Alkitab, yang isinya:
                               
TUHAN itu adalah Allah yang Esa, “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!”  (Ulangan 6:4);

Dan keberadaan TUHAN yang Maha Esa itu DIWUJUDKAN DALAM TIGA MANIFESTASI sebagai Allah Bapa, Allah-Anak & Allah Roh Kudus.
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus…” (Matius 28:19).

02) Ajaran “Trinitas” ini substansinya adalah ajaran (pemahaman) tt “HAKIKAT & PEKERJAAN POKOK” Allah sebagai “Bapa”, “Allah Anak” (atau Anak Allah yang Tunggal - Yohanes 1:14), dan “Allah Roh Kudus”.

Catatan:  “Hakikat” adalah hal yang paling inti, yang dari awal sampai selamanya tidak berubah. Contoh: hakikat “air” adalah H2O. Namun H2O ini bisa berbentuk air, es, atau uap. Dan hakikat baik itu air, es atau uap, tetaplah H2O. Contoh di Alkitab: salah satu sifat Allah yg paling hakiki adalah KASIH (I Yohanes 4:8,” Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, SEBAB ALLAH ADALAH KASIH.” Maka dari awal sampai selamanya, sifat Allah yang menonjol adalah KASIH.

I. HAKIKAT ALLAH:

A. Sebagai Pencipta alam semesta & Pemelihara umatNya digunakan sapaan “BAPA”

Kejadian 1:1,” Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.”

Dalam karya Penciptaan alam semesta dan hidup manusia, Alkitab memperkenalkan sapaan kepada TUHAN, Allah dengan sapaan “BAPA”:
“Demikianlah engkau mengadakan pembalasan terhadap TUHAN, hai bangsa yang bebal dan tidak bijaksana? Bukankah Ia Bapamu yang MENCIPTA engkau, yang MENJADIKAN dan menegakkan engkau?” (Ulangan 32:6).



Penjelasan : Mengapa digunakan sapaan “BAPA” ?
Dalam kultur masyarakat patriarchal (patrilinear), “bapa” adalah representasi dari persekutuan orang tua (yakni “ayah & ibu”). Seorang anak dalam dunia Timur (kultur patriarchal), hampir selalu melekat dengan nama orang-tuanya yang diwakili cukup dengan nama ayah. Contoh: Simon bin (anak dari) Yunus.

Di dalam istilah “bapa” mengandung 3 (tiga) makna pokok, yaitu:
1. Sumber (dari mana) asalnya seorang anak dilahirkan atau berasal. “Simon bin Yunus”, artinya “Simon itu dilahirkan (hidupnya berasal) dari keluarga Bapak Yunus.

2. Sifat sang “bapa” yakni penuh kasih-sayang kepada anaknya. Jika orang-tua (yg direpresentasi oleh nama ayah) tidak menyayangi/mengasihi anaknya, kemungkinan besar anaknya tersebut  akan dibuang dan dipelihara orang tua lainnya; maka yang kemudian menjadi “orang-tua” bagi si anak adalah orang yang menyayangi dan memeliharanya.
“TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia….Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.” Mazmur 103:8,13).

3. Karena sifat “Bapa” yang pengasih & penyayang, maka jika anak berbuat salah/dosa, orang-tua akan memaafkan (mengampuninya). Demikianlah pula yang dilakukan oleh TUHAN, Allah sebagai “Bapa” bagi manusia.
“Bukankah Engkau Bapa kami?  Sungguh, Abraham tidak tahu apa-apa tentang kami, dan Israel tidak mengenal kami. Ya TUHAN, Engkau sendiri Bapa kami; nama-Mu ialah "Penebus kami" sejak dahulu kala.” (Yesaya 63:16).

Perhatikan ayat tsb.: sapaan “Bapa” muncul terkait dengan pekerjaanNya sebagai “Penebus kami” sejak dahulu kala. JADI “BAPA” yang dikenakan kepada TUHAN,Allah menunjuk pada pekerjaanNya sebagai PENEBUS dosa umatNya.

B. HAKIKAT ALLAH ADALAH ROH KUDUS (ROH SUCI):
Kejadian 1:2,” Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.”

Yohanes 4:24,” Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Catatan: Jika dinyatakan bahwa “Allah itu Roh”, itu maksudnya adalah “Roh Suci” atau “Roh Kudus”; dan jangan disimpulkan bahwa semua “roh” adalah “Allah”. Konklusi ini dalam ilmu logika dinamakan “sesat berpikir” sehingga konklusinya tidak valid.
Contoh/analogi “sesat berpikir”:

Contoh 1: Proposisi (premis)à “Manusia itu bernafas”; Konklusi: “Bernafas itu manusia”, maka konklusi tsb. tidaklah valid alias “sesat berpikir”.
Contoh 2: Manusia adalah makhluk hidup,
                  Binatang adalah makhluk hidup,
                  Maka manusia=binatang (konklusi “sesat berpikir”)
Yg benar: Maka manusia dan binatang adalah makhluk hidup.

“Allah itu Roh”, maksudnya adalah sebagai “Roh Suci” (“Roh Kudus”), tetapi tidak semua roh adalah “Allah”.

C. HAKIKAT ALLAH ADALAH FIRMAN:
Kejadian 1:3,” Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.”
Yohanes 1:1,” Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”

II. PEKERJAAN POKOK ALLAH: Ada 3 (tiga) pekerjaan pokok Allah: (1) sebagai  Pencipta & Pemelihara; (2) sebagai PENYELAMAT; (3) sebagai  PEMBIMBING & PENOLONG

A. PEKERJAAN I: ALLAH SEBAGAI PENCIPTA ALAM SEMESTA & PEMELIHARA UMAT MANUSIA

Karena karya penciptaan dan pemeliharaan Allah atas umat manusia ini, Alkitab memperkenalkan hakikatNya sebagai “Allah, Bapa” (sudah dijelaskan di atas, bagian I.A.).

B. KARYA PENYELAMATAN: Dilakukan oleh kuasa Firman Allah dengan cara datang ke dunia menjadi manusia Yesus Kristus.

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yohanes 1:14). Karena peristiwa Firman Allah MENJADI MANUSIA, Alkitab memperkenalkan julukan/ jabatan kepada Yesus Kristus sebagai “Anak Allah yang Tunggal” (Yohanes 3:16).

Penjelasan I: Mengapa digunakan istilah “Anak Allah yang Tunggal” ? Apakah maknanya itu ?
Istilah “anak” mempunyai 3 (tiga) makna, yaitu:
1. asal-usul kehidupan si anak. Contoh: Simon bin (anak) Yunus, artinya: Simon asal (hidupnya) adalah dari keluarga Bapak Yunus.
2. Hubungan kasih antara anak dengan orang tua (yg direpresentasikan oleh “bapa”).
3. Tugas pokok seorang anak kepada orang-tuanya, yaitu hormat dan taat.

IMPLEMENTASI:
Yesus Kristus adalah “Anak Allah yang Tunggal”, maknanya:
1. Yesus Kristus berasal dari Allah. Tetapi Dialah satu-satunya yang berasal dari Allah dengan cara : Firman Allah menjadi manusia. Karena itu digunakan kata sifat “yang tunggal” (satu-satunya yg merupakan penjelmaan dari Firman Allah. Sedangkan manusia lainnya, hidupnya juga berasal dari Allah; namun terjadinya melalui perpaduan benih (kelahiran) dari ayah dan ibunya.

2. Yesus Kristus adalah “Anak Allah yang tunggal”, maknanya: Yesus Kristus mempunyai HUBUNGAN CINTA KASIH dengan Allah (sebagai Bapa-Nya), dan HUBUNGAN KASIH itu adalah SEMPURNA. Kata sifat “yang tunggal” dalam diri Yesus Kristus sebagai “Anak Allah yang tunggal”, hendak menjelaskan bahwa HANYA ANTARA YESUS KRISTUS DENGAN ALLAH (Bapa-Nya) yang MEMPUNYAI HUBUNGAN KASIH YANG SEMPURNA. Sedangkan hubungan kasih antara manusia dengan Allah tidak sempurna, karena manusia berbuat dosa, dan tidak sempurna menaati perintah Allah. Sedangkan Yesus Kristus menaati perintah/ kehendak Allah secara sempurna (Yesus Kristus adalah suci, tidak berdosa - band Ibrani 4:14-15,”Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.”).

3. Yesus Kristus adalah “Anak Allah yang tunggal”, maknanya: hanya Yesus Kristus yang MENAATI PERINTAH /KEHENDAK ALLAH SECARA SEMPURNA.

Catatan: Manusia yang menaati perintah Allah (khususnya bertindak percaya dan menerima Yesus Kristus) juga dinamakan “anak-anak Allah” (Yohanes 1:12), artinya: (1) hidupnya berasal dari Allah; (2) mempunyai hubungan kasih dengan Allah; (3) menaati perintah Allah --- TAPI TIDAK SEMPURNA.
HANYA YESUS KRISTUS YANG SEMPURNA DALAM KETAATAN-NYA KEPADA ALLAH, sehingga digunakan kata sifat “yang tunggal”--- satu-satunya yg taat kepada Allah secara sempurna. (Filipi 2:8,”Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”).

Penjelasan II: Mengapa karya penyelamatan Allah bagi manusia dari dosa dan maut itu harus dikerjakan dengan cara: FIRMAN ALLAH itu MENJADI MANUSIA YESUS ?
1. Itu sudah menjadi kehendak dan keputusan Allah (kewenangan & otoritas Allah scr mutlak.)

2. Manusia yang telah berbuat dosa, telah dikendalikan/dibelenggu oleh kuasa dosa (Yohanes 8:34,”Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.”. Karena itu sangatlah tidak mungkin bagi manusia untuk mendapatkan keselamatan dari dosa dan maut itu dengan mengandalkan kekuatan, perbuatan dan kebaikannya sendiri tanpa penyelamatan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus.
“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.” (Roma 3:23-24).
“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23).

3. Cara penyelamatan Allah yang ditentukan melalui dan oleh Yesus Kristus ini untuk memenuhi DUA POKOK SIFAT ALLAH YANG UTAMA, YAITU: KASIH & ADIL.
Bersumber dari KASIH Allah itu, Allah tidak menghendaki bila semua manusia berdosa berakhir dengan maut; karena itu Allah berkeputusan untuk melaksanakan penyelamatan melalui karya penebusan dosa yang dikerjakan oleh Yesus Kristus. Jikalau penyelamatan Allah itu dikerjakan tanpa penebusan/pengorbanan Yesus Kristus, memang Allah adalah KASIH, tetapi prinsip Sifat KEADILAN ALLAH menjadi tidak nampak (terlaksana). Karena di dalam prinsip KEADILAN, berlaku: HUKUMAN HARUS DIJATUKAN BAGI YANG BERSALAH. Dan jikalau hukuman dosa berupa maut itu dijatuhkan kepada umat manusia, maka semua umat manusia akan berakhir dengan MAUT; dan ini membuat sifat KASIH Allah menjadi tidak terpenuhi. Karena itulah, PRINSIP KASIH & KEADILAN itu dapat menyatu dan terpenuhi dengan jalan: HUKUMAN DOSA (berupa maut) tetap dijatuhkan (memenuhi prinsip KEADILAN ALLAH), tetapi bukan atas hidup manusia (karena ALLAH ADALAH KASIH, dan karena manusia tidak akan sanggup menanggung maut), tetapi demi KASIH-NYA bagi manusia, Allah menjatuhkan hukuman maut itu bagi Yesus Kristus, karena Yesus Kristus mempunyai segala kuasa, sehingga Ia sanggup menanggung maut, dan kemudian BANGKIT dari antara orang mati. Kebangkitan Yesus Kristus ini sebagai BUKTI bahwa YESUS KRISTUS MEMILIKI SEGALA KUASA (baik di bumi maupun di Surga) - 
Band. Matius 28:18,” Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” Oleh karena Yesus Kristus ini mempunyai SEGALA KUASA DI SORGA & DI BUMI maka Yesus Kristus dinamakan “Kurios” (= Tuhan; Inggris: Lord) yang artinya: PENGUASA & PEMILIK ATAS SEGALA SESUATU. Yesus Kristus adalah “Tuhan”(Penguasa & Pemilik atas segala sesuatu) karena Yesus Kristus hakikatNya adalah Firman Allah itu sendiri; dan Yesus Kristus sudah membuktikan diriNya telah berkuasa atas segala sesuatu (termasuk atas penyakit, alam semesta, roh jahat, iblis, dosa, dan maut).

4. Sebelum Yesus Kristus datang ke dunia, Allah sudah memberikan kesempatan bagi manusia untuk berusaha menyelamatkan dirinya sendiri dari dosa dan maut, dengan jalan menaati Hukum Taurat; yang intinya mengandalkan perbuatan ketaatannya kepada TUHAN, Allah. Tetapi tidak seorang pun yang sempurna menjalankan Hukum Taurat, dan semua manusia tetap melanggar perintah Allah yg tertuang dalam Hukum Taurat itu. Karena sudah dicoba dan manusia mengalami kegagalan untuk menyelamatkan dirinya sendiri, maka Allah telah memutuskan untuk mengutus Yesus Kristus ke dunia dalam rangka mewujudkan misi penyelamatan dari Allah yang mengutusNya.

C. PEKERJAAN POKOK ALLAH yang ketiga adalah : MEMBIMBING & MENOLONG.

Setelah manusia menerima keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus, maka manusia yang masih tinggal di dunia ini, masih memiliki berbagai kelemahan kedagingan dalam dirinya, sehingga mudah jatuh ke dalam dosa dan berbagai pencobaan. “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." (Matius 26:41).
Selain itu, orang Kristen tetap menghadapi berbagai tantang iman, pencobaan, nafsu dosa dan tipu daya iblis.
 “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. - Efesus 6:11-12.
“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” (I Petrus 5:8).

Dalam situasi seperti itulah maka Allah mengerti kebutuhan dan kelemahan manusia yg sudah percaya kepada Yesus Kristus, yakni MEMBUTUHKAN PIMPINAN (BIMBINGAN), PERTOLONGAN, PENGHIBURAN dan TUNTUNAN dari Allah. Dan pelaksanaan pekerjaan Allah yang membimbing, menolong, menghibur serta menuntun umatNya ini dilakukan oleh HAKIKAT ALLAH SEBAGAI ROH KUDUS.

“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” (Yohanes 1:16-17).

“tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 14:26).

“Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.” (Yohanes 15:26).

CATATAN PENTING:
Penolong & Penghibur (Inggris: “Consoler”) berasal dari kata bhs Yunani: “Parakletos”; dan yg dimaksudkan bukan manusia biasa (meski menggunakan kata “seorang”), tetapi jelas sekali itu menunjuk pada Roh Kudus. Perhatikan dengan seksama: Yoh 14:16-17, “Penolong= Roh Kebenaran”
Yoh 14:26, “Penghibur (Yunani: ‘Parakletos’) = Roh Kudus.
Yoh 15:26, “Penghibur (Yunani: ‘Parakletos’) = Roh Kebenaran.
JADI: PENOLONG (Yoh 14:16) = ROH KEBENARAN (Yoh 14:17) = PENGHIBUR (Yoh 14:26) = ROH KUDUS (Yoh 14:26; Yoh 15:26).

Ini saya sampaikan sehubungan dengan adanya sebagian penafsir non-kristen yg menafsirkan dan mengklaim bhw di dalam Yoh 14:16 itu (dibaca sepotong ayat), Yesus Kristus menjanjikan seorang penolong dalam diri seorang nabi terakhir (yang menjadi nabi bagi agama Islam).

KESIMPULAN:
Ajaran “Trinitas” sekalipun memang tidak adanya istilah “trinitas”di dalam Alkitab, adalah rumusan & rangkuman tt TUHAN itu Allah yang Esa, dan Allah yang Esa itu mempunyai 3 (tiga) HAKIKAT & PEKERJAAN POKOK, yaitu:
1. Sebagai Pencipta & Pemelihara ciptaanNya, diperkenalkan oleh Alkitab dng sapaan “Allah- BAPA”).
2. Sebagai PENYELAMAT bagi manusia dari dosa dan maut, YANG DIKERJAKAN oleh FIRMAN ALLAH (hakikat Allah sbg Firman), yaitu yg MENJADI MANUSIA YESUS KRISTUS à dinamakan “Anak Allah yang tunggal”
3. Sebagai PEMBIMBING, PENOLONG, PENGHIBUR & PEMBERI KARUNIA PELAYANAN, yang dikerjakan oleh HAKIKAT ALLAH sebagai ROH KUDUS.

Sebagai penutup, sy tambahkan ilustrasi analogis tentang SIFAT-SIFAT ALLAH.

Allah itu Mahaesa. Tetapi Allah yang Mahaesa itu mempunyai banyak SIFAT ILAHI yang HAKIKI, diantaranya:
Ø  Mahasuci
Ø  Mahakasih
Ø  Maha-Adil
Ø  Maha-Hadir
Ø  Maha-Mulia
Ø  Maha-Kehendak
Ø  Maha-Kuasa
Ø  Maha-Besar
Ø  Maha-Tinggi
Ø  Maha Pengampun
Ø  Maha Pencipta Dsb.

Tentu masing2 SIFAT ILAHI dalam diri ALLAH itu tidak sama satu terhadap yang lain. Sifat MAHASUCI tentu mempunyai makna yang berbeda dengan sifat MAHA-KASIH atau MAHA-PENGAMPUN, berbeda makna pula dengan sifat MAHA-HADIR, atau MAHA-ADIL. Walau berbagai sifat2 Ilahi Allah itu berbeda-beda, saya rasa tidak ada seorang pun (yang beriman) MENYIMPULKAN BAHWA ANTARA SIFAT ALLAH YANG SATU ITU BERTENTANGAN DENGAN YANG LAIN. Hal yang berbeda, kiranya tidak harus diartikan sebagai hal yang bertentangan satu terhadap yang lain.

Ilustrasi yang dapat dianalogikan dengan ajaran “Trinitas” pada diri TUHAN, Allah adalah sbb.:
Seorang ayah, misalnya namanya bp Haris (bukan nama yg sebenarnya), dipanggil oleh anak-anaknya di rumah dengan sapaan “Bapak” (=ayah), karena pekerjaan pokok bp Haris bagi anak2nya yaitu yang melahirkan (tentu bersama istrinya), yang mengasihi dan memelihara anak-anaknya. Ternyata pak Haris, orang yang sama ini bekerja sebagai dokter di rumah sakit. Maka orang2 di RS tsb. sering memanggil pak Haris dengan sebutan “Dokter” (karena pekerjaan pak Haris sebagai dokter). Dan pak Haris, selain sebagai dokter, dia juga menjalankan profesi (pekerjaan pokok) di tempat lain sebagai seorang guru (atau dosen). Maka para anak didik (mahasiswa/wi) menyapakan dengan sapaan “Pak Guru” (atau “Pak Dosen”). Tentu saja ketiga sapaan kepada orang yg sama yang bernama Bp Haris itu berbeda-beda; dan itu tidak bertentangan; semuanya benar, karena Bp Haris menjalankan tiga pekerjaan pokok dalam hidupnya, yaitu: Sbg ayah bagi anak-anaknya; sebagai seorang dokter bagi pasien; dan sbg seorang guru/dosen bagi anak didiknya. Orangnya tetap satu yaitu Pak Haris, tetapi sapaannya ada 3 sebutan yang berbeda.

Sebagaimana yang telah saya nyatakan di atas, bahwa ajaran tentang Allah Tritunggal ini memang tidak mudah dipahami, dan jikalau tidak dengan pemahaman yang cukup tepat/lengkap dapat menimbulkan kesalah-pahaman dan resistensi; Namun di dalam terang Firman Tuhan serta oleh karunia hikmat dan pimpinan Roh Kudus, umat Kristen telah mendapatkan anugrah untuk mengerti sebagian rahasia-rahasia Ilahi yang memang tidak akan dapat dipahami dengan benar oleh manusia yang mengandalkan akal budinya saja; terlebih bila menggunakan penerapan ilmu logika (penalaran) yang salah (tidak valid).

Demikian yang dapat saya sharingkan. Semoga membantu dan para pembaca memperoleh pencerahan dari Roh Kudus. Amin.

1 komentar:

R@ihanAmunt@i mengatakan...

kenapa sulitnya penjelasan trinitas, pakai perumpamaan yg rebet amat, pakai umpama H2O. apa paham anak sd ilmu kiama, semestijya yg sempal az, satu ya satu,tiga ya tiga,,jujur az tuhan tu 3,,kan lebih dimengerti,,agama hindu, budha az jelas2x tuhan cuma satu, ga perlu ngaku satu padahal 3, kebohongan jadi mempersulit diri sendiri..